Boalemo, Gorontalo – Upaya penguatan ketahanan pangan berbasis desa kembali menunjukkan hasil yang menggembirakan. Desa Potanga Kecamatan Botumoito Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, berhasil melaksanakan panen raya jagung dari lahan seluas 8 hektar yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Mitra Berkah. Program ini merupakan bagian dari pemanfaatan Anggaran Ketahanan Pangan Tahun 2025 yang difokuskan untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan masyarakat desa.
Kegiatan panen ini menjadi momentum penting bagi pemerintah desa dan masyarakat, karena merupakan hasil kerja kolaboratif antara BUMDesa, petani lokal, serta dukungan dari pemerintah melalui program ketahanan pangan. Lahan seluas 8 hektar yang sebelumnya kurang produktif kini telah dioptimalkan menjadi area pertanian jagung yang memberikan hasil signifikan.
Kepala Desa Potanga Samsudin Nani, SE. menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu strategi desa dalam memanfaatkan potensi lokal secara maksimal. “Kami berkomitmen untuk menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi desa. Melalui BUMDesa Mitra Berkah, pengelolaan lahan dilakukan secara terstruktur dan profesional, sehingga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Proses panen jagung turut dipantau langsung oleh Tim Pendamping Desa bersama Kepala Desa Potanga. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan kegiatan, mulai dari penanaman hingga panen, berjalan sesuai dengan perencanaan serta prinsip akuntabilitas penggunaan anggaran. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap efektivitas program ketahanan pangan di tingkat desa.
Tim Pendamping Desa menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Desa Potanga dalam mengelola program ini. Mereka menilai bahwa sinergi antara pemerintah desa dan BUMDesa menjadi kunci utama keberhasilan. “Ini adalah contoh praktik baik yang bisa direplikasi oleh desa lain. Pengelolaan anggaran yang tepat sasaran dan partisipasi aktif masyarakat menghasilkan dampak nyata,”
Lebih Lanjut ayah sudi (sapaan akrab Kepala Desa) menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antara BUMDesa selaku Pengelola Program Ketahanan Pangan Masyarakat/petani yang menyewakan Lahannya, pemerintah desa, serta dukungan dari pihak terkait Terutama Tenaga Pendamping Profesional sehingga Program ketahanan pangan yang dijalankan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pemberdayaan petani melalui pendampingan, penyediaan bibit unggul, serta pelatihan teknik budidaya yang efektif.
“Alhamdulillah, hasil panen jagung tahun ini meningkat dibandingkan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan oleh BUMDesa sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya sambil tersenyum
Dari sisi hasil produksi, panen jagung kali ini menunjukkan produktivitas yang cukup tinggi. Jagung yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memiliki potensi untuk dipasarkan ke luar daerah. Hal ini membuka peluang baru bagi peningkatan pendapatan desa melalui sektor agribisnis.
DAMPAK EKONOMI BAGI MASYARAKAT
Keberhasilan panen jagung ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Desa Potanga. Salah satu dampak utama adalah meningkatnya pendapatan petani yang terlibat langsung dalam pengelolaan lahan. Selain itu, program ini juga menciptakan lapangan kerja bagi warga, mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen.
BUMDesa Mitra Berkah berperan sebagai pengelola utama yang memastikan distribusi hasil dan keuntungan dilakukan secara adil dan transparan. Sebagian keuntungan dari hasil penjualan jagung juga dialokasikan untuk pengembangan usaha desa serta kegiatan sosial kemasyarakatan.Tidak hanya itu, perputaran ekonomi di desa juga mengalami peningkatan. Aktivitas pertanian yang intensif mendorong pertumbuhan usaha kecil seperti penyediaan pupuk, alat pertanian, hingga jasa transportasi hasil panen. Hal ini secara tidak langsung memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Seorang petani setempat mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini. “Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Selain mendapatkan penghasilan, kami juga mendapatkan pendampingan dalam bertani sehingga hasilnya lebih maksimal,” ujarnya.
Lebih jauh, program ini juga memberikan dampak jangka panjang berupa peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha pertanian. Dengan adanya pendampingan dan pengelolaan yang baik, masyarakat menjadi lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan di sektor pertanian.
HARAPAN KE DEPAN
Keberhasilan panen jagung di Desa Potanga diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan desa. Pemerintah desa bersama BUMDesa Mitra Berkah berencana untuk memperluas lahan pertanian serta mengembangkan komoditas lain guna meningkatkan diversifikasi usaha.
Selain itu, peningkatan kualitas hasil produksi juga menjadi fokus ke depan, termasuk melalui penggunaan teknologi pertanian yang lebih modern dan ramah lingkungan. Dengan demikian, Desa Potanga diharapkan dapat menjadi salah satu sentra produksi jagung yang unggul di Kabupaten Boalemo.
Dengan sinergi yang terus terjaga antara pemerintah desa, masyarakat, dan pendamping desa, program ketahanan pangan ini diyakini akan terus memberikan manfaat berkelanjutan. Panen raya jagung ini bukan hanya sekadar hasil pertanian, tetapi juga simbol keberhasilan pembangunan desa yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
#BUMDesa
#KerjaBerdampakTPPIndonesia










0 comments:
Posting Komentar